384 Penyuluh Agama Islam Ikuti Peningkatan Kapasitas Ketahanan Keluarga di Sukabumi

09 Jul 2026
Sub Bagian Tata Usaha
24 kali dilihat

SUKABUMI - Sebanyak 384 Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten dan Kota Sukabumi mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam untuk Ketahanan Keluarga yang digelar di Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi, Kamis (18/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran penyuluh agama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berdampak pada kehidupan keluarga.

Peserta yang hadir terdiri atas 333 Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten Sukabumi dan 51 Penyuluh Agama Islam dari Kota Sukabumi. Kegiatan turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Sukabumi, H. Ludi Jalaludin, S.Pd.I., M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi para penyuluh agama.

Dalam arahannya, Ludi menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan keluarga saat ini menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam memberikan solusi yang tepat.

“Penyuluh Agama Islam tidak hanya bertugas menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai pendamping masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang sangat penting agar layanan yang diberikan semakin berkualitas dan berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis. Oleh karena itu, para penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga.

“Ketika keluarga memiliki ketahanan yang baik, maka akan lahir generasi yang sehat, berakhlak, dan memiliki karakter yang kuat. Di sinilah peran strategis penyuluh agama untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” kata Ludi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait konsep ketahanan keluarga, peran penyuluh dalam mewujudkan keluarga sakinah, serta strategi komunikasi dan pendampingan yang efektif dalam menghadapi persoalan keluarga di tengah masyarakat. Materi disampaikan melalui pemaparan narasumber dan diskusi interaktif.

Ludi berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi para penyuluh sekaligus memperkuat sinergi antara Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para penyuluh semakin siap menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan pembinaan umat. Sinergi yang kuat antarpenyuluh akan menjadi modal penting dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan sejahtera serta mendukung pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama,” pungkasnya.

Kontributor : Fitra Nurjaman/Cecep